Sabtu, 14 April 2012

The Reason (Alasan) by Hoobastank






I'm not a perfect person
Aku bukanlah seseorang yang sempurna
There's many things I wish I didn't do
Ada banyak hal yang kuharap tidak kulakukan
But I continue learning
tapi aku terus belajar
I never meant to do those things to you
Aku tidak pernah bermaksud melakukan itu padamu
And so I have to say before I go
maka harus kukatakan sebelum aku pergi
That I just want you to know
bahwa aku ingin kamu tahu

I've found out a reason for me
Telah kutemukan alasan bagiku
To change who I used to be
untuk mengubah aku yang biasanya
A reason to start over new
sebuah alasan untuk memulai awal yang baru
and the reason is you
dan alasan itu adalah kamu

I'm sorry that I hurt you
Maaf aku telah melukaimu
It's something I must live with everyday
Itu adalah sesuatu yang tak bisa kutinggalkan*
And all the pain I put you through
Dan semua luka yang harus kamu alami karenaku
I wish that I could take it all away
Kuharap aku bisa menghapus itu semua
And be the one who catches all your tears
dan menjadi satu-satunya yang melihatmu menangis
That's why i need you to hear
Itulah mengapa aku butuh kamu untuk mendengarkan

I've found out a reason for me
Telah kutemukan alasan bagiku
To change who I used to be
untuk mengubah aku yang biasanya
A reason to start over new
Sebuah alasan untuk memulai awal yang baru
and the reason is You
dan alasan itu adalah kamu
and the reason is You [x3]
dan alasan itu adalah kamu

I'm not a perfect person
Aku bukanlah seseorang yang sempurna
I never meant to do those things to you
Aku tidak pernah bermaksud melakukan itu padamu
And so I have to say before I go
maka harus kukatakan sebelum aku pergi
That I just want you to know
bahwa aku ingin kamu tahu

I've found out a reason for me
Telah kutemukan alasan bagiku
To change who I used to be
untuk mengubah aku yang biasanya
A reason to start over new
Sebuah alasan untuk memulai awal yang baru
and the reason is you
dan alasan itu adalah kamu

I've found a reason to show
Telah kutemukan sebuah alasan untuk menunjukkan
A side of me you didn't know
Bagian dari diriku yang tidak kamu ketahui
A reason for all that I do
Sebuah alasan untuk semua yang kulakukan
And the reason is you
Dan alasan itu adalah kamu...

Jumat, 13 April 2012

Flying without Wings (Terbang tanpa Sayap) by Westlife feat, BoA


source : favim.com



[Shane:]
Everybody’s looking for that something
Setiap orang mencari sesuatu,
One thing that makes it all complete
Suatu hal yang membuat segalanya sempurna
You’ll find it in the strangest places
Kamu akan menemukannya di tempat-tempat yang paling ganjil
Places you never knew it could be
Tempat yang tidak pernah kamu duga

[BoA:]
Some find it in the face of their children
Beberapa menemukannya pada wajah anak-anak mereka
Some find it in their lover’s eyes
Beberapa menemukannya dalam mata orang yang mereka cintai
Who can deny the joy it brings
Siapa yang dapat mengingkari kenikmatan yang mereka bawa
When you’ve found that special thing
Ketika kamu telah menemukan sesuatu yang istimewa itu
You’re flying without wings
Kamu sedang terbang tanpa sayap

[Mark:]
Some find it sharing every morning
Beberapa menemukannya dengan berbagi bagi setiap pagi
Some in their solitary lives
Beberapa lagi ada pada kehidupan keras mereka
You’ll find it in the words of others
Kamu akan menemukannya pada kata-kata orang lain
A simple line can make you laugh or cry
Sesuatu yang sederhana yang membuatmu tertawa atau menangis

You’ll find it in the deepest friendship
Kamu akan menemukannya pada persahabatan yang erat
The kind you cherish all your life
Sesuatu yang kamu jaga seumur hidupmu
And when you know how much that means
Dan ketika kamu tahu betapa itu berarti
You’ve found that special thing
Kamu telah menemukan sesuatu yang istimewa
You’re flying without wings
Kamu sedang terbang tanpa sayap

So impossible as they may seem
Terlihat begitu tidak mungkin
You’ve got to fight for every dream
Kamu harus berjuang untuk setiap mimpimu
Cos who’s to know which one you let go
Karena tidak ada yang tahu hal mana yang kamu lepaskan
Would have made you complete
Yang akan membuatmu merasa sempurna

[Shane:]
Well, for me it’s waking up beside you
Baiklah, buatku kebahagiaan itu adalah bangun di sampingmu
To watch the sunrise on your face
Untuk melihat pancaran matahari di wajahmu
To know that I can say I love you
Untuk mengetahui bahwa aku dapat berkata aku mencintaimu
In any given time or place
Dimanapun, kapanpun

[Mark:]
It’s little things that only I know
Itu adalah sedikit hal yang kuketahui
Those are the things that make you mine
Itulah hal-hal yang membuatmu menjadi milikku
And it’s like flying without wings
Dan ini terasa seperti terbang tanpa sayap
Cos you’re my special thing
Karena kamu berharga bagiku
I’m flying without wings
Aku sedang terbang tanpa sayap

[Shane:]
And you’re the place my life begins
Dan kamu adalah tempat dimana hidupku dimulai
And you’ll be where it ends
Dan kamu akan jadi tempat dimana ini berakhir

[Mark:]
I’m flying without wings
Aku sedang terbang tanpa sayap
And that’s the joy you bring
Dan itulah kenikmatan yang kamu bawa
I’m flying without wings
Aku sedang tanpa sayap

Kamis, 12 April 2012

Live and Learn



Aku takut aku mulai berubah, menjadi seseorang yang angkuh. Kesepianku saat ini membuatku merasa lemah, sementara aku harus tetap melanjutkan hidup. Aku tidak bisa menampakkan kesedihanku dan membuat orang-orang terdekatku terlalu khawatir. Aku harus sembuh dari luka ini. Aku putuskan untuk lebih mandiri dan mengurangi ketergantunganku dari orang lain. Aku bertanggung jawab atas hidupku.

Tapi ini tidak cukup. Aku merasa hampa. Aku sungguh-sungguh merindukan seseorang yang mensyukuri kehadiranku. Aku rindu menjadi perantara Tuhan untuk membahagiakan orang lain... Aku ingin berjumpa dengan wajah yang bergembira dalam kesederhanaan.. Aku rindu digunakan oleh Tuhan bagi kebaikan lebih banyak orang. Aku membutuhkannya untuk menyeimbangkan kemandirianku dan mengembalikan diriku yang lembut... Aku tidak ingin berubah menjadi angkuh...

Ya Allah, bantulah aku untuk menjadi sebaik-baik jiwa untuk seorang pria yang telah Engkau siapkan untukku..

Sabtu, 24 Maret 2012

Second Sun


Don’t want to be Mercury,
not even Neptune
around, or too far
living from my Sun

I am the Mercury,
burning down to flames
I am the Neptune,
farthest, but can’t separate
Although I am burning :
loose from this gravity

Separate and look for
my second Sun,
Sun who make me into Earth, completely

Perfect?



Watak itu tidak terbentuk dalam waktu sekejap, tapi melalui pengulangan dalam kebiasaan.  I was an acute perfectionist. Aku hanya mengenal dua tempat di dunia: puncak dan palung. Aku hanya tahu dua kata : best and worst. Aku begitu peduli dengan yang orang lain katakan tentang aku. Ingin selalu terlihat sempurna. Bagaimana ini bermula, aku sendiri tidak tahu. Aku berusaha meraih diriku di masa lalu dan berhasil menemukan satu hari yang kutakuti...

Aku benci lorong kelas. Aku benci berdiri di sana dan mendapati diriku seorang diri, dihukum karena lupa bawa ikat pinggang.  Itu adalah untuk pertama kalinya aku “melanggar aturan”. Saat itu saya hanya anak-anak Pak.. dan Anda mengajarkan kepada saya tentang sesuatu yang Anda sebut--kedisiplinan.  Apa Anda tahu, pola pikir itu menjadi sesuatu yang menjadi bagian dari diri saya untuk sekian lama? Saya selalu mengerjakan tugas saya. Saya selalu memasukkan seragam saya, saya tidak pernah lupa memakai ikat pinggang, kuku saya selalu pendek, hitam putih menjadi warna favorit sepatu dan kaos kaki saya.  Sampai suatu hari... Saya demam tinggi, masuk UKS, dan tidak mengikuti pelajaran hanya karena  saya lupa membawa LKS.  Saya merasa sangat tertekan. Dan ketika saya tumbuh saya kian menyadari bahwa demam tinggi, sakit kepala dan kekacauan pada diri saya saat itu... bukan tentang LKS. Masalah yang sebenarnya adalah saya tidak bisa menerima kekurangan saya. Saya takut berbuat salah. Karena ketika ada yang kurang dari diri saya, Anda meninggalkan saya. Dan entah bagaimana, saya tidak bisa menerima saya ini manusia.
Hari ini adalah 12 tahun sejak saat itu. Aku tidak akan jadi sesehat ini, kalau aku tidak belajar untuk memaafkan ketidaksempurnaanku. Aku belajar ‘ndableg’—aku lebih suka menyebutnya dengan ‘mempertahankan prinsip’ #hehehe, belajar menulikan telingaku dari perkataan yang merendahkan dan tidak lagi menyibukkan pikiran dengan mereka yang diciptakan untuk menguji kesabaran orang lain. ^_^v
Hidupku dipenuhi dengan keajaiban. Bagaimana aku menjalaninya, cukup aku dan Tuhan yang tahu. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, selama aku mengupayakan kebaikan. Aku butuh lebih banyak senyum dan tawa dari orang-orang yang ada di sekitarku. :)

Jumat, 30 Desember 2011

Bakat


Bakat adalah sesuatu yang selalu kupertanyakan seumur hidupku. Hingga di penghujung usia remajaku kini, aku belum punya keahlian yang bisa kubanggakan. Ah, aku jadi ingat, sewaktu aku kecil dulu aku ingin belajar balet, les vokal,  biola, gitar, harpa atau piano, merajut sweater, memasak... Tapi impian itu terkikis oleh kenyataan karena sewaktu aku kecil, ibuku sedang merintis karir beliau sebagai guru, ayahku juga sibuk bekerja, ditambah lagi aku punya dua orang saudara yang usianya tidak jauh beda denganku... Ada cukup alasan yang membuat situasi ini bisa dimaklumi. Tapi yang pasti, Tuhan mempercayaiku, bahwa aku mampu menemukannya.

Selain bakat, ada satu pertanyaan lagi yang cukup sulit untuk kujawab—minat. Aneh sekali bukan? Aku tidak tahu apa yang kuinginkan karena sejak aku menjadi lebih realistis, aku kehilangan keinginan. Aku hanya memikirkan bagaimana agar aku bisa mendengar kedua orang tuaku membanggakanku. Ibuku ingin aku menjadi yang terbaik, nomer satu dimanapun aku berada. I did. Aku mengerjakan semua tugasku, tidak pernah mencontek, menjadi rangking satu dan dikenal oleh para guru di SMPku sebagai siswa yang baik, aku punya banyak teman, dapat beasiswa, dielu-elukan banyak orang. Begitu menyakitkan karena di dalam hatiku, aku merasa sangat kesepian.
Sampai suatu hari aku merasa sangat lelah. Aku masuk SMA favorit dan bertemu dengan beberapa orang yang merendahkanku. Di saat yang sama aku kehilangan sahabat-sahabatku dan ditinggalkan oleh pria yang kusayangi ketika itu. Itu adalah hari dimana aku sadar kalau sebenarnya aku bukan siapa-siapa dan aku tidak punya apa-apa. Aku bahkan kehilangan diriku. Aku malas belajar, melarikan diri ke dunia maya dan menjadi seorang pecandu situs jejaring sosial populer saat itu karena hanya di dunia itu aku menjadi diriku yang menyenangkan dan merasa berharga. Nilaiku anjlok. Orang tuaku kecewa. Dan aku semakin terasing di dunia nyata.
Aku sudah di universitas. Hari ini usiaku 20, selama itu pula aku terus menyalahkan keadaan, ”Ini bukan hidup yang aku pilih...”. Dan kemudian aku merenungi 20 tahun hidupku... Memang benar, aku tidak pernah meminta dilahirkan dalam kondisi seperti ini. Aku ingin hidup berkecukupan dan tidak khawatir dengan uang yang kubelanjakan. Aku ingin ada cukup biaya untuk mengembangkan sesuatu yang ada dalam diriku. Aku ingin punya perpustakaan sendiri, aku ingin memasak masakan Itali, aku ingin mengenakan gaun yang cantik dan menghiasi diriku dengan hal-hal yang cantik. Aku ingin menjadi perantara Tuhan dalam membalas kesabaran & keteguhan hati mereka yang punya keterbatasan... Dan aku mulai bertanya.. Kenapa bukan aku yang sabar dan meneguhkan hati dalam keterbatasanku? Kenapa menunggu? Kenapa harus dibandingkan? Kenapa tidak mensyukuri?

Tuhan.. Aku merasa buruk... Selama ini aku tidak bertanggung jawab dengan hidupku... Aku masih setengah-setengah, kurang konsisten dan tidak sabaran... Wahai Dzat Yang Maha Pengampun, ampunilah dosaku di masa lalu.. Cintailah aku, keluargaku dan orang-orang yang kusayangi, serta mereka yang berbuat baik dan menyayangiku, wahai Engkau Yang Maha Mencintai.. Izinkan aku memulainya lagi dan kuatkanlah hatiku, ya Allah.. Jadikanlah aku wanita yang baik...

Selasa, 20 Desember 2011

Rindu

Aku rindu dirindukan... Aku hanya bisa memandangi foto--ada rasa sakit di dalam sana karena seperti hari kemarin telah berakhir baginya sementara aku merindukannya. Ingatan tentangnya terus bermunculan, tanpa ampun, tanpa peduli betapa lelahnya pikiranku.
Aku mengajaknya bicara dan dia menjawabku dengan kesunyian. Aku bicara seorang diri, merancang sebuah percakapan yang menyenangkan dengannya. Entah kapan aku bisa mendengarnya memanggilku dengan ...“sesuatu yang ingin kudengar”.

 Aku rindu... Dan tidak tahu harus bagaimana...


Shareaholic